Keistimewaan Sholat Tahajud di Bulan Ramadan, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Tata Caranya

Simak bacaan niat dan doa sholat tahajud dalam artikel ini. Sholat tahajud merupakan salah satu sholat sunah. Sholat tahajud memiliki banyak keistimewaan, apa lagi jika dilaksanakan di tengah bulan Ramadhan.

Waktu pelaksanaan sholat tahajud adalah malam hari dan dibagi menjadi tiga bagian. Mengutip buku risalah tuntunan sholat lengkap, waktu melaksanakan sholat Tahajud dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1. Sepertiga Pertama, yaitu dari pukul 19.00 sampai pukul 22.00, ini saat utama.

2. Sepertiga Kedua, yaitu dari pukul 22.00 sampai pukul 01.00, ini saat yang paling utama 3. Sepertiga Ketiga, yaitu pukul 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh, ini adalah saat yang paling utama. Sebelum melakukan sholat tahajud, sebaiknya membaca niat sholat tahajud terlebih dulu.

صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى Ushallii sunnatat Tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah Tahajjud dua raka’at semata mata karena Allah Ta’ala."

1. Membaca niat sholat tahajud seperti yang terlah tertulis di atas. Lanjutkan dengan melakukan Takbiratul Ihram (membaca Allahuakbar sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga), 2. Membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah dan membaca surat surat pendek Al Quran seperti An Nas, Al Ikhlas, Al Falaq, atau surat pendek apa saja dalam Al Quran, 3. Lakukan langkah langkah sholat pada umumnya seperti rukuk dan sujud yang lalu rakaat kemudian disamakan dengan rakaat pertama (kecuali doa iftitah),

4. Lakukan tahiyat akhir dan salam. Selanjutnya, Anda disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, sholawat, istigfar, lalu membaca doa sholat tahajud. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Rabbanaa aatina fid dun yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban naar.

Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka." Dalam hadis Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah SAW jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ Artinya: “Ya, Allah! Bagi Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi Mu segala puji dan bagi Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi nya.

Bagi Mu segala puji, Engkau benar, janji Mu benar, firman Mu benar, bertemu dengan Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada Mu aku pasrah, kepada Mu aku bertawakal, kepada Mu aku beriman, kepada Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan Mu aku berdebat (kepada orang orang kafir), kepada Mu (dan dengan ajaran Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.

Berikut ini keistimewaan shalat tahajud di bulan Ramadhan, yang dikutip dari : Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan yang pertama adalah pembuka pintu surga. Adapun hadis yang mengamini keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan, seperti dikatakan oleh Rasulullah SAW saat itu kepada Abdullah Ibnu Muslim berkaitan dengan keistimewaan sholat tahajud.

Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan yang kedua adalah seperti sedekah yang dirahasiakan. Sholat tahajud diumpamakan seperti keutamaan sedekah yang dilakukan secara sirr (rahasia), bila dibandingkan sedekah yang dilaksanakan secara terang terangan di depan publik. Maka dari itu, tidak heran ganjaran dari keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan adalah dibukakan pintu surga untuknya.

Dalam Al Wur’an surat Az Zariyat ayat 15 18 disebutkan keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan. Bahwa orang yang senantiasa melakukan sholat tahajud, akan mendapatkan ganjaran oleh Allah SWT ketika kelak sudah berada di akhirat. Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan yang ketiga adalah dapat menghapus dosa.

Maka dengan keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan, ada kesempatan untuk menghapus dosa dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana yang disampaikan oleh hadis mengenai keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan yang dapat menghapus dosa: “Lakukanlah sholat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang orang salih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan yang keempat adalah mendapat kedudukan yang terpuji. Orang orang yang melaksanakan ibadah sholat tahajud di bulan Ramadan, akan mendapat keistimewaan yang tercantum dalam Al Qur’an surat Al Isra ayat 79, yang artinya: “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Israa’: 79)

Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan yang kelima adalah doa akan selalu diijabah atau dikabulkan. Apalagi bila seseorang melaksanakannya di waktu utamanya yaitu di sepertiga malam terakhir. Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan ini bisa didapat setelah sahur di bulan Ramadan.

Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan yang keenam adalah termasuk sunah utama. Diantara sholat sunah lain, sholat tahajud merupakan yang paling utama. Keistimewaan sholat tahajud di bulan Ramadan pun bisa menolak penyakit.

Orang orang yang mengamalkan sholat sunah yang diutamakan ini akan dijaga kesehatannya dan dijauhkan penyakit daripadanya, dengan izin Allah SWT.

Tinggalkan komentar