Ini, Tantangan Partai Politik Baru pada Pemilu

Terlihat hingga sejauh ini, jumlah partai politik di Indonesia cukup banyak, mulai dari parpol lawas hingga parpol baru. Tentu saja, kondisi ini melahirkan tantangan tersendiri bagi partai politik baru di pemilu 2024 mendatang. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini akan kami bahas mengenai beberapa tantangan yang harus dihadapi parpol baru dalam menarik atensi dan suara masyarakat.

Apa saja tantangan yang harus dihadapi partai politik baru? 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa menjelang Pemilu 2024 partai-partai politik baru semakin banyak bermunculan. Bahkan dari sejumlah parpol baru tersebut, ada yang sebagian sudah mendapatkan status sebagai badan hukum dari pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Apabila dilihat dari sisi konstitusional yang berlaku sesuai dengan Pasal 22E ayat 3 UUD 1945, menyatakan bahwa partai politik Indonesia dibuat untuk mengisi keanggotaan di lembaga pemerintahan seperti DPR dan DPRD, baik itu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kendati demikian, untuk menuju kekuasaan tersebut partai politik harus menghadapi sejumlah tantangan untuk bisa menarik atensi dan suara masyarakat agar menjadi mendukungnya.

Di bawah ini ada beberapa tantangan yang harus dihadapi partai politik baru berdasarkan LSI, seperti dikutip dari laman Republika.

1. Party ID/identitas partai yang rendah

Istilah party ID yang rendah ini berarti tingkat kedekatan masyarakat dengan partai politik yang diyakininya untuk dipilih dalam pemilu 2024 nanti, cenderung rendah. Biasanya, kondisi ini sering kali terjadi lantaran partai politik mengalami kegagalan dalam mengidentifikasi dan menjalankan fungsi politiknya dengan baik.

2. Volatilitas parpol

Tantangan berikutnya, yakni juga mengenai tingkat volatilitas parpol yang cenderung berbeda-beda. Dalam hal ini, volatilitas parpol di tingkat provinsi cenderung lebih tinggi dibandingkan di tingkat nasional yang justru lebih rendah. Hal inilah yang menyebabkan adanya kemungkinan di Pemilu 2024 nanti, bahwa sebesar 50% akan memilih partai yang sama.

3. Penurunan minat pemilih untuk mendukung partai politik baru

Terjadinya penurunan minat pemilih untuk mendukung partai politik baru, juga termasuk tantangan lain yang mau tidak mau harus siap dihadapi. Sebagai informasi, peminat pada partai politik baru cenderung mengalami performa paling tinggi terjadi di tahun 2004 silam.

4. Jumlah partai yang masuk di parlemen cenderung stabil

Jumlah partai yang masuk di parlemen dalam beberapa kali pemilu terbilang cukup stabil. Artinya, masyarakat kebanyakan akan memilih partai yang sama di Pemilu 2024 nanti. Kebanyakan partai yang masuk ke dalam parlemen adalah partai lama yang berusia lebih dari 15 tahun. Ini menandakan bahwa partai baru masih sulit bersaing untuk mendapatkan ruang di hati masyarakat.

5. Partai politik baru belum dikenal luas di kalangan publik

Tantangan lain bagi parpol baru adalah belum dikenal secara luas di kalangan masyarakat. Berbeda dengan partai yang sudah lama di Indonesia dan dikenal luas oleh masyarakat.  Untuk itulah sosialisasi menjadi hal yang sangat penting selama masa kampanye.

6. Kebijakan yang mirip-mirip atau hampir sama  

Adapun tantangan lainnya, yakni berupa kecenderungan partai politik yang umumnya memiliki kebijakan yang hampir sama. Baik itu menyangkut soal masalah ekonomi, politik maupun sosial. Artinya, kebanyakan partai politik, termasuk partai politik baru, belum bisa untuk saling membedakan diri terkait permasalahan tersebut.

Terlepas dari banyaknya tantangan di atas, diharapkan parpol baru dan parpol lama dapat bersaing dengan beradu gagasan dan bisa menjadi sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Selain itu, diharapkan juga partai politik baru dapat menerapkan politik berintegritas, guna menghindari adanya praktik korupsi. Untuk menambah informasi mengenai apa itu politk berintegritas dan sikap antikorupsi yang penting dimiliki oleh parpol, yuk, kunjungi situs edukasi antikorupsi dari KPK, ACLC KPK, pada link ini.

Tinggalkan komentar