Cara Lapor SPT Tahunan Secara Online Melalui www.pajak.go.id, Terakhir Tanggal 31 Maret 2022

Simak cara lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan secara online di www.pajak.go.id, selengkapnya dalam artikel ini. Masyarakat yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) wajib melaporkan SPT Tahunan. Batas waktu pelaporan SPT Tahunan jatuh pada 31 Maret 2022.

Apabila terlambat atau tidak melaporkan, maka akan ada sanksi berupa denda dengan besaran tertentu. Untuk wajib pajak orang pribadi akan dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu. Dikutip dari setkab.go.id , Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga telat melaporkan SPT Tahunan melalui aplikasi daring e filing di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/3/2022).

Jokowi mengajak para wajib pajak untuk segera melaporkan SPT Tahunan sebelum batas waktu yang telah ditentukan. “Bapak, Ibu, Saudara saudara yang belum lapor SPT Tahunan segera melaporkan. Ingat terakhir tanggal 31 Maret 2022.” “Caranya mudah dan tidak repot karena tidak perlu ke kantor pajak. Bisa kapan saja dan bisa darimana saja,” ucap Jokowi.

Cara lapor SPT Tahunan tak harus datang ke kantor pajak terdekat, melainkan bisa dilakukan secara online di www.pajak.go.id. DJP Online merupakan salah satu aplikasi pajak online yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Aplikasi ini berfungsi memberikan fasilitas kepada Wajib Pajak untuk melaporkan surat pemeritahuan SPT Pajak atau pembayaran pajak secara online menggunakan aplikasi e filing & e Billing Pajak.

1. Buka , klik “LOGIN” untuk akses djponline, lalu klik “Belum Registrasi” untuk mendaftar, jika belum memiliki akun DJP Online; 2. Lalu, isi NPWP, EFIN, dan kode keamanan, lalu klik “Submit”; 3. Sistem akan mengirimkan identitas pengguna (NPWP), kata sandi, dan link aktivasi melalui email yang Anda daftarkan. Klik link aktivasi tersebut;

4. Selanjutnya akun Anda diaktifkan, dan login kembali menggunakan NPWP dan kata sandi yang sudah diberikan. 1. Siapkan dokumen pendukung; 2. Buka , pilih “LOGIN”, lalu masukkan NPWP, kata sandi dan kode keamanan, lalu klik Login;

3. Pilih Menu: “Lapor”, lalu Pilih Layanan: e Filing; 4. Pilih Buat SPT; 5. Ikuti panduan yang diberikan, termasuk yang berbentuk pertanyaan. Isi SPT mengikuti panduan yang ada;

6. Apabila SPT sudah dibuat, sistem akan menampilkan ringkasan SPT. Untuk mengirim SPT tersebut, ambil terlebih dahulu kode verifikasi. Kode verifikasi akan dikirim melalui email wajib pajak; 7. Masukkan kode verifikasi dan klik Kirim SPT; 8. Jika belum ingin mengirim SPT, Anda dapat klik Selesai dan SPT Anda akan tersimpan untuk dapat dilihat dan diedit kembali di menu Submit SPT

Siapkan dokumen pendukung Akses Kemudian pilih Login

Lalu masukkan NPWP ,kata sandi dan kode keamanan, lalu klik Login Setelah Login, pilih menu Lapor Kemudian pilih Layanan E Filling

Selanjutnya pilih menu Buat SPT Ikuti panduan yang diberikan, termasuk yang berbentuk pertanyaan. Kemudian pilih menu Upload SPT

Lalu klik Browse File, dan pilih file .csv dari e SPT Anda (Anda juga mengunggah lampiran PDF bila ada) Pilih menu Start Upload untuk upload SPT Apabila proses sudah selesai, klik tombol OK

Setelah selesai, cek kolom “Status Pengiriman", pastikan statusnya “Siap Kirim” Selanjutnya pilih proses pengambilan dan pengisian kode verifikasi Lalu kirim SPT. BPE ke email WP.

EFIN pajak atau Electronic Filing Identification Number adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada wajib pajak untuk melakukan transaksi elektronik di antaranya adalah proses e Filing pajak. Cara Aktivasi: 1. Permohonan dilakukan dengan mendatangi langsung KPP/KP2KP terdekat oleh WP sendiri dan tidak dapat dikuasakan kepada pihak lain;

2. WP mengisi, menandatangani, dan menyampaikan Formulir Permohonan Aktivasi EFIN; 3. Menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi: KTP (bagi WNI) atau Paspor dan KITAS/KITAP (bagi WNA);

NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 1. Formulir 1770SS Formulir ini untuk wajib pajak orang pribadi yang berstatus sebagai karyawan dengan jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp.60 juta dan hanya bekerja pada satu perusahaan atau instansi dalam kurun waktu satu tahun.

2. Formulir 1770S Formulir ini untuk wajib pajak orang pribadi yang berstatus sebagai karyawan dengan jumlah penghasilan bruto lebih dari Rp.60 juta dan atau bekerja di dua atau lebih perusahaan dalam kurun waktu satu tahun. 3. Formulir 1770

Formulir ini diperuntukkan bagi wajib pajak yang memiliki penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas, penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, penghasilan yang dikenakan PPh final, atau penghasilan dalam negeri maupun luar negeri lainnya.

Tinggalkan komentar